Keelokan Kursi Batang Kelapa, Potensi Lain dari Pohon Serbaguna

0
1240

Indonesia sebagai negara kepulauan tentunya memiliki banyak bibir pantai di segala wilayah. Dengan kondisi geografis seperti itu adalah jamak untuk melihat pohon kelapa di bumi pertiwi ini. Pohon kelapa (Cocos nucifera), tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna. Terutama bagi masyarakat pesisir karena Kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Ia berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika.


baca juga ulasan pemanfaatan cangkang kelapa menjadi topeng dari Cilacap


Tumbuhan ini adalah tumbuhan istimewa, dimana seluruh bagian tubuh nya tidaklah ada yang di masukan dalam kategori limbah. Semua dapat di manfaatkan , mulai dari bagian buah, batang pohon, daun dan bunganya telah jamak digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan.

Jika selama ini batang dari pohon kelapa hanya di gunakan sebagai kayu bangunan, hal ini akan mengakibatkan jika tidak dibutuhkan untuk membuat bangunan biasanya batang pohon kelapa akan berakhir menjadi kayu bakar di tangan masyarakat sekitar.

Sekarang ini telah mulai di berdayakan pembuatan furniture menggunakan kayu batang pohon kelapa yang hasilnya tidak kalah berkualitas dibanding dengan kayu lain.

Penggunaan batang pohonnya sebagai furniture terutama sebagai seperangkat kursi, seperti yang selama ini telah di kreasikan oleh warga Saloloang dari kecamatan Penajam Paser Utara Kalimantan Timur yang telah membuat kursi batang kelapa sebagai produk unggulan furniture.

Pemerintah daerah setempat kemudian memberi perhatian khusus atas kerajinan kursi batang kelapa ini agar dapat di kelola menjadi kerajinan berkualitas tinggi yang pada akhirnya akan dapat menjadi produk unggulan daerah dan memberi kontribusi positif terutama di bidang ekonomi. Diharapkan dengan meningkatnya kualitas dan popularitas kursi batang kelapa ini dapat dijadikan percontohan dan ikon bagi pemda setempat untuk memaksimalkan potensi daerah yang masih belum tergali.

TINGGALKAN KOMENTAR