Kerajinan Botol Bekas dari Tom’s Craft

0
2196
kerajinan botol bekas

Bisnis produk daur ulang yang ramah lingkungan kini sedang menjadi tren. Tak heran, bila produk kerajinan berbahan baku limbah, seperti kerajinan botol bekas kini populer di masyarakat. Potensi bisnis yang besar mendorong Tom Iwa Kustiawan terjun ke bisnis ini dengan mengusung bendera Tom’s Craft.

Hampir semua orang tentu akan membuang lampu bohlam yang sudah putus atau botol minuman yang sudah habis karena menganggapnya sebagai sampah. Bila di mata kita tidak ada harganya, tidak demikian dengan Tom Iwa Kustiawan.

Botol Bekas Lampu Belajar

Lewat tangan kreatifnya, bohlam bekas atau botol minuman bekas disulap menjadi berbagai macam produk kerajinan bernilai jual tinggi. Aneka kerajinan dihasilkannya, seperti kapal dalam botol, foto pigura dalam botol, gantungan kunci, lampu hias botol hingga kreasi dari sampah styrofoam. Aneka kreasinya ini dihargai mulai Rp 5000 hingga Rp 250.000 per pieces.

Selain menggunakan media bohlam dan botol, ia juga membuat kerajinan lain seperti miniatur kapal, miniatur rumah, kereta model, kerajinan dari korek gas dan lain-lain. “Bagi orang yang berjiwa seni tidak susah, pembuatannya diperlukan ketelatenan, ketekunan, kecermatan, dan kesabaran yang tinggi, dengan itu semua akan dihasilkan karya yang berseni,” ucap Tom.

Karyawan perusahaan swasta di Purwakarta ini memang sudah menyukai hal-hal berbau seni sejak kecil. Kini, ia mengaku hanya menyalurkan hobi dan mengisi waktu setelah pulang kerja.

Tom memulai kerajinan botol bekas ini di awal tahun 2010. Inspirasi awal pemanfaatan botol bekas ketika menonton televisi yang menayangkan karya seni dari botol. “Setelah itu saya nonton sebuah pameran kerajinan,” ujarnya.

Tom yang memang hobi membuat kerajinan ini tertantang untuk mencobanya. Untuk media kerajinan, Tom sengaja memilih botol bekas minuman keras karena bentuknya yang unik. Khusus bahan baku botol kaca atau bohlam bekas diperoleh dari para pengepul barang rongsokan di Purwakarta.

Untuk membuat kreasi seperti kapal dalam botol, ia menyiapkan bahan tambahan lain, seperti kayu, stik es krim, tali, kain, paku dan lain-lain. “Waktu yang diperlukan untuk pembuatan satu kerajinan itu rata-rata seminggu,” ujarnya.

Lantaran hanya menyalurkan hobi dan mengisi waktu setelah pulang kerja, ia hanya melakukan produksi kerajinan botol bekas sesuai pesanan saja. Biasanya untuk kreasi lampu botol, ia bisa mendapat pesanan dua buah lampu per minggu.

Tom sendiri fokus memasarkan produk kerajinan botol bekas lewat online, seperti blog dan Facebook. Dari pemasaran online itu pesanan datang dari berbagai daerah, seperti Bandung, Jakarta, Kediri, Medan, Batam, Samarinda, Makasar, Palu, dan Denpasar. “Konsumen saya kebanyakan dari kelas menengah, mereka membeli kerajinan untuk diadikan hadiah atau sekedar pajangan di rumahnya,” ujar Tom.

Kunjungi halamannya di Tom’s Craft.

TINGGALKAN KOMENTAR