Kerajinan Limbah Kayu Kopi yang Menembus Pasar Amerika

0
1246

Kopi, adalah jenis minuman seduh yang disiapkan dari biji kopi yang di sangrai dimana biji kopi tersebut adalah benih biit dari tanaman Coffea Canephora. Tanaman kopi telah di tanam di lebih dari 70 negara, terutama negara negara yang di lewati garis khatulistiwa mulai dari Benua Amerika, Asia Tenggara, India, dan Afrika. Dua yang paling umum dan dikenal kebanyakan orang adalah jenis kopi arabica, dan jenis yang lebih pekat, robusta.

Pada catatan tahun 2011, Indonesia menduduki peringkat 3 penghasil kopi dunia dengan pengapalan 495.000 ton, Dan minum kopi sendiri adalah sudah seperti budaya dalam masyarakat Indonesia. Dengan daerah penghasil kopi yang utama salah satunya adalah pulau Jawa.

Dengan banyaknya kebun kopi di Jawa maka bisa dipastkan ada banyak pohon kopi, baik yang masih produktif maupun yang sudah tidak produktif, terutama pohon kopi dengan usia diatas 15 tahun. Pohon kopi yang sudah berusia lebih dari 15 tahun adalah sasaran peremajaan untuk menjaga kualitas kopi yang di hasilkan.

Selama ini pemanfaatan kayu kopi hasil peremajaan lebih banyak digunakan sebagai kayu bakar, tetapi di tangan-tangan kreatif kayu kopi yang nampaknya kurang berharga tersebut diolah menjadi barang-barang yang bernilai ekonomi tinggi seperti meubel serta kerajinan yang unik dan menarik.

Seperti yang dilakukan para pengrajin di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur yang mengolah kayu kopi tua hasil peremajaan menjadi meubel perabot rumah tangga seperti meja, kursi, lemari, dipan, dudukan lampu, meja telepon, pigura dan asbak yang unik.

Disamping diolah menjadi barang yang unik, dari kayu kopi tua dapat juga diolah menjadi rangkaian tasbih, stick drum dan tongkat komando seperti yang dilakukan oleh para pengrajin di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur. Pada setiap menjelang bulan Ramadhan dan ibadah haji para pengrajin tasbih selalu kebanjiran pesanan ribuan untai tasbih dari bahan kayu kopi.

Belakangan ini meja maupun kursi unik dari kayu kopi sudah menembus pasar konsumen di Amerika Serikat dan Kanada. Oleh karena itu, sudah selayaknya mutu dan desain produk tersebut semakin ditingkatkan, agar kesimbungan pasar dapat terjamin dengan baik.

Kreativitas pengrajin dalam mengeksploitasi kayu kopi menjadi berbagai produk yang bernilai ekonomi tinggi tentu juga akan menaikkan nilai ekonomi kayu kopi tua hasil peremajaan yang berdampak positif bagi peningkatan nilai tambah petani kopi.

Patut dihargai kreativitas para pengrajin dalam menciptakan produk baru serta lapangan kerja baru, yang berarti turut mengurangi pengangguran serta turut menggerakkan ekonomi sektor informal. Oleh karena itu, dalam era pasar bebas seperti sekarang ini kreativitas dan inovasi merupakan senjata utama dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin mengglobal.

TINGGALKAN KOMENTAR