Menggali Potensi Ekspor Anyaman Topi Bali

0
927

Aneka suvenir khas Bali yang dibuat dari bahan baku alami, masih tetap memikat banyak konsumen. Salah satunya adalah kerajinan anyaman topi yang masih tetap diminati tamu bisnis maupun pelancong mancanegara.

“Kerajinan anyaman topi Bali, selalu mengikuti tren sehingga tidak monoton. Dengan demikian, wisatawan domestik maupun mancanegara banyak yang suka,” kata pengelola aneka kerajinan topi di Kuta, Wahyuni. Ia mengatakan, kerajinan anyaman topi dari bahan alami bervariasi mulai menggunakan pandan, jerami, rotan, eceng gondok hingga tali yang bentuknya selalu inovatif. Mengikuti tren yang ada, menjadikan kerajinan topi bisa dipergunakan segala momen dan aktivitas. Jenis kerajinan topi yang dikerjakan skala industri rumah tangga ini di antaranya topi lingkaran penuh untuk kalangan perempuan, model nelayan, petani, tentara, koboi, hingga ala penguasa zaman Belanda.

Kerajinan anyaman Bali mempunyai prospek yang cukup cerah di masa mendatang, mengingat devisa yang dihasilkan mampu memberikan kontribusinya terhadap ekspor Bali secara keseluruhan. Kerajinan anyaman merupakan salah satu dari 17 jenis hasil kerajin Bali yang mampu menembus pasaran luar negeri yang mampu menghasilkan devisa sebesar 200,66 juta dolar AS selama 2013.

Semua kerajinan anyaman topi Bali mendapat sentuhan bisnis dengan tambahan aneka aksesori pendukung agar mudah diperjualbelikan. “Memiliki keistinewaan inilah yang membuat kerajinan anyaman topi masih laku sebagai produk dagang, khususnya bagi wisatawan macanegara yang berlibur ke Bali,” ujarnya.

Berbicara soal kuantitas permintaan, dikatakan setiap momen memiliki masa tersendiri. Musim liburan atau peak season permintaan bisa di atas 50 pcs, sedangkan pemesanan tamu bisnis bisa lebih dari 60 pcs sekali transaksi. Hal serupa dikatakan pemilik Alila Shop, Suciana. Ia mengatakan, kerajinan anyaman topi Bali selalu berkembang dari segi model mengikuti tren pasar. “Kerajinan topi sangat banyak jenisnya di pasaran. Semua memiliki nilai seni tinggi yang disukai wisatawan mancanegara, khususnya topi dari bahan benang model Belanda,” katanya.

Ia mengatakan, kerajinan anyaman topi Bali dibuat dari bahan alami dengan warna yang ditawarkan sangat alami. Dengan harga terjangkau mulai Rp 20.000 – Rp 35.000 per pcs. Permintaan banyak dari wisatawan asal Asia seperti Cina, Taiwan, Hongkong, Korea dan lainnya. “Kerajinan topi ini cocok dijadikan cenderamata. Selain harganya terjangkau, juga mudah untuk dibawa ke mana-mana,” katanya.

Diolah dari : bisnisbali

TINGGALKAN KOMENTAR