Pedagang Enggan Berjualan di Gedung Destinasi Wisata Kuliner Bogor

0
180
Destinasi Wisata Kuliner Bogor

Gedung destinasi wisata kuliner Kota Bogor telah diserahkan oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata (Disbudpar) kepada Dinas Koperasi, Usaha Micro, Kecil dan Menengah (DKUMKM) Kota Bogor pada Selasa (7/2/2016) pagi.

Namun gedung yang diperuntukan bagi pedagang kuliner Jalan Bina Marga serta pedagang kerajinan tangan Kota Bogor, tidak diminati oleh pedagang. Pedagang sudah merasa nyaman berjualan di samping gedung baru itu dan berniat untuk merenovasi dan merapihkan kios-kiosnya.

Para pedagang mendatangi acara penyerahan gedung dan membeberkan keinginan mereka dihadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Kepala Disbudpar Shahlan Rasyidi dan Kepala DKUMKM Annas S Rasmana usai penyerahan gedung. Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menampung aspirasi pedagang kuliner dan berjanji akan memberikan yang terbaik bagi pedagang kuliner.

Kordinator pedagang Kuliner Jalan Bina Marga, Kecamatan Bogor Timur, Sito Khodijah (50) mengatakan, pihaknya tidak menginginkan direlokasi ke gedung destinasi wisata kuliner Kota Bogor, karena sesuai janji Wali Kota Bogor para pedagang tidak akan diganggu gugat keberadaannya.

“Kami disini sudah lama, saya sudah 17 tahun berdagang kuliner. Kalaupun kami mau direlokasi ke atas tempatnya harus representatif,jangan sampai sarana dan prasarana untuk berjualan masakan khas sunda tidak ada. Apalagi tempatnya sempit,” ungkap Siti kepada INILAH, Selasa (7/2/2017).

Siti melanjutkan, para pedagang siap merapihkan dan menata kiosnya masing-masing karena tempat saat ini lebih cepat dijangkau oleh para pembeli. Walaupun kondisinya sedikit kumuh dengan bangunan semi permanen.

“Kami meminta waktu sedikitnya 5 tahun lagi untuk direlokasi ke tempat yang diatas, karena kami butuh waktu. Kan dilihat kami berjualan kuliner tidak selamanya ada pembeli, terkadang waktu weekend ramai tapi hari-hari biasa sepi. Jadi tidak pasti dengan tempat yang mudah dijangkau, apalagi di atas tertutup,” tambahnya.

Ade Sarip mengatakan, pihaknya mendapatkan tempat untuk destinasi wisata kuliner di Kota Bogor dengan dana APBD Provinsi Jawa Barat, sudah dua tahun lalu dibangun kemudian pada akhir Agustus 2016 Disbudpar menyerahkan gedung kepada Wali Kota Bogor.

“Kami menerima secara resmi, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pintu, kaca dan hal lain yang perlu diganti, kami serahkan ke KUMKM untuk PKL kuliner ataupun kerjinan tangan. Sesuai dengan peruntukannya,” ungkap Ade.

Ade menjelaskan, jumlah daya tampung gedung cukup untuk 50 PKL diatas dan dibawah. Gedung masih terbilang nyaman apalagi dengan perbaikan yang dilakukan KUMKM, pusat oleh-oleh juga di gedung ini.

“Agar tidak mubazir, DKUMKM harus menseleksi dan membina pedagang yang dibawah tadi. Karena mereka binaan KUMKM, ikut membantu memasarkan produk dari pedagang kuliner dan kerajinan tangan,” tambahnya.

Kepala DKUMKM, Annas Rasmana mengatakan, gedung ini diperuntkan pedagang binaan, kalaupun mereka tidak mau akan diberikan kepada pedagang lain.

“Tidak sampai sebulan akan penuh, saya menjaminnya. Harapan kami supaya wisatawan atau pengunjung dari luar Kota Bogor tidak kebingungan mencari pusat oleh-oleh, jadi ini destinasi souvenir dan kuliner,” terangnya.

Kepala Disbudpar, Shahlan Rasyidi menjelaskan, kemauan pedagang harus bisa diakomodir, dibangunnya gedung diperuntukan para pedagang kuliner di Jalan Bina Marga. Gedung itu gratis, tapi pemeliharaan oleh DKUMKM.

“Gedung senilai Rp3 miliar degan rincian APBD Kota Bogor Rp2 miliar dan APBD Provinsi Jawa Barat Rp1 miliar. Pengisian gedung lambat, daya tampung sendiri diatas 22 pedagang untuk kuliner dan dibawah 8 pedagang kerajinan tangan dengan total 30 kios,” jelasnya. [jek]

 

Sumber : http://www.inilahkoran.com/

TINGGALKAN KOMENTAR