Yogyakarta Harus Bisa Jadi Kota Kerajinan Kayu dan Furnitur

1
381
kerajinan kayu yogyakarta

Sultan HB X: Yogyakarta Harus Bisa Jadi Kota Kerajinan Kayu dan Furnitur, 

Jika Boyolali Jawa Tengah mampu menjadi Kota Kerajinan Tembaga dan Kuningan, maka Yogyakarta juga harus bisa menjadi Kota Kerajinan Kayu dan Furnitur. Alasannya, Yogyakarta memiliki perangkat untuk mewujudkan hal tersebut.

“Bulan depan Presiden RI Joko Widodo akan mencanangkan Boyolali sebagai Kota Kerajinan Logam, mengapa Yogyakarta tidak bisa menjadi Kota Kerajinan Kayu dan Furnitur,” hal itu diungkapkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meluncurkan Jogjakarta International Furniture and Craf Fair Indonesia (JIFFINA) di hotel Ambarukmo, Yogya, Selasa (27/12) malam.

Sultan mengatakan, Indonesia memiliki modal besar yakni berupa bahan baku yang melimpah dan berkualitas. Sedangkan Yogyakarta memiliki desainer yang handal untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Karenanya, industri mebel Yogyakarta bisa berperan di tingkat global. Bahkan Indonesia berpeluang untuk memenangkan persaingan.

“Bahan baku dan kemampuan desainer yang bisa memenuhi permintaan negara tujuan akan membuat produk banyak diminati buyers dari berbagai negara,” kata Sultan.

Sultan berharap JIFFINA yang akan berlangsung pada Maret 2017 mendatang harus dipersiapkan untuk menyongsong banyaknya wisatawan mancanegara yang akan membanjiri Yogyakarta seiring akan dibukanya Bandara Internasional di Kulonprogo, DIY.

Sementara itu, Ketua Panitia JIFFINA 2017, Endro Wardoyo mengatakan pameran yang akan digelar di Jogja Expo Center (JEC) tanggal 13-16 Maret 2017, akan dikunjungi sekitar 4.000 buyer (pembeli) lebih dari 60 negara.

“Pameran ini menargetkan transaksi sebesar US $ 300 juta,” katanya.

Dikatakan, tahun lalu pameran ini mampu menarik sebanyak 449 buyers dari 42 negara. Yakni didominasi Prancis dengan 17 persen, Amerika Serikat 14 persen, Australia 13 persen, Nederland 11 persen, dan Jerman 10 persen.

 

sumber : Beritasatu.com

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR