Gorga Motif Pahat dari Kabupaten Simalungun

0
1772
Gorga Motif Pahat
Gorga Motif Pahat

Simalungun – Gorga motif pahat sebuah kerajinan dari Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini memiliki ciri khas yang unik dan antik, sebuah kerajinan seni pahat yang menjadi hiasan maupun bagian eksterior dan interior rumah adat Batak.

Seni pahatan tiga dimensi khas Simalungun ini dibuat dengan alat pahat untuk melubangi serta mengukir bahan yang sifatnya keras. Gorga merupakan kesenian dari tanah Batak.

Untuk membuat seni pahat ini agar terlihat menarik, biasanya diberi pewarna. Untuk proses pewarnaanya pun masih tradisional dan dijaga kealamiannya. Dalam melakukan pengecatan, gorga biasanya menggunakan tiga warna yaitu, merah yang diambil dari batu hula yang harus ditumbuk hingga halus dan dicampur dengan air, putih yang diambil dari tanah yang berwarna putih atau yang biasa disebut Tana Bulo yang harus digiling hingga halus dan dicampur air, dan yang terakhir adalah hitam yang berasal dari tanaman yang ditumbuk halus dan dicampur dengan abuu periuk atau kuali.

Gorga motif pahat ini memiliki berbagai jenis yang disesuaikan dengan fungsinya yang memang berbeda-beda. Di bagian tepi yang digunakan sebagai pengikat biasanya menggunakan gorga jenis ipon-ipon. Selain itu adalah Silobur pinggan yang dibuat melilit dan merambat seperti tanaman Silobur Pinggan. Tanaman yang biasanya digunakan sebagai racun. Namun uniknya adalah tanaman ini melambangkan sifat tolong menolong.

Pada ragam hias Suku karo, terdapat hiasan dari tali pada dinding yang menangkal kekuatan gaib yang dinamakan roth-roth Depih. Selain itu, Mombang adalah pohon jati besar yang berfungsi sebagai Datu atau guru yang berfungsi sebagai keselamatan.

Selain itu masih ada macam Gorga Motif Pahat yang harus kita ketahui, yaitu Pinar mombang, Bunga sarunei, pinar bulung ni andurdur, bohi-bohi, dan tentunya masih banyak lagi macam-macam gorga yang menjadi kekayaan adat. Untuk itu kita sebagai warga Indonesia khususnya Simalungun dan orang-orang Batak tentunya harus bangga dan harus melestarikan kekayaan adat yang ada.

TINGGALKAN KOMENTAR