Inspirasi dari Pasangan Pelaku Bisnis Kerajinan Kayu

0
723
Bisnis Kerajinan Kayu

Gelar profesor berikut dengan profesinya sebagai dosen, tidak menyurutkan Hery Budianto untuk menekuni bidang bisnis kerajinan kayu. Dibantu oleh sang istri Retno Hastuti, mereka bahu membahu membangun usaha kerajinan kayu dari nol. Pasangan suami istri ini patut menjadi inspirasi bagi pasangan lainnya, mereka berdua ini sukses menjalankan bisnis pengolahan sampah kayu, yang mungkin bagi banyak orang benda tersebut tidak memiliki nilai.

Berbekal keberanian dan usaha kerja keras, Hery dan Retno memaksimalkan bahan kayu bekas dari pabrik mebel dan furnitur yang sudah tidak terpakai menjadi desain-desain hiasan kayu yang unik seperti tempat pensil, tempat gulungan tisu, boneka kayu dan gantungan baju hingga meraih pendapatan dengan kisaran Rp 50jtan perbulan.

“Saya memulai bisnis ini tahun 1992 dimulai dari limbah pabrik kayu perusahaan mebel yang tidak terpakai. Kemudian kita desain dan kita pasarkan,” ungkap Retno seperti di kutip dalam wawancaranya dengan detikFinance di JCC Senayan Jakarta, Kamis (13/12/2012) yang lalu.

Boleh dikatakan, bisnis yang dimulai oleh Hery dan Retno ini tidak membutuhkan banyak modal, karena menggunakan bahan bekas tak terpakai dari tempat lain. Rintisan bisnis awal seperti bisnis yang lainnya, dimana mereka pun belum paham seperti apa produk kayu yang disukai oleh masyarakat banyak.

Harga dari produk kerajinan kayu ini memiliki harga yang relatif terjangkau, meskipun ada yang berharga premium. Dari mulai Rp. 10.000,- untuk berbagai produk hingga yang bernilai jutaan rupiah.

Setelah melewati beberapa proses, produk kerajinan kayu Hery dan Retno mendapatkan banyak masukan tentang produk yang laku dan bermanfaat dipasaran.

kerajinan kayu gs4woodcraft
Radar Malang

Berbekal pengalaman yang terus didapatkan, mulailah muncul inovasi-inovasi desain pada produk kerajinan kayu yang dibuatnya. Juga melebarkan pemasaran ke daerah-daerah lain di Jawa Timur, karena sebelumnya hanya dalam lingkup kota Malang.

“Lama-lama kita tahu pasarnya, kemudian kita beli kayu gelondongan jenis Pinus atas izin Perhutani dan hasil produksinya saya titipkan ke toko-toko dan koperasi. Tahun 1995 kita memberikan motif strawberry dan tahun berikutnya kita terus menambah model,” imbuhnya.

tisumeja kerajinan kayu
Tempat Tisu

Perlahan dan pasti, bisnis kerajinan kayu yang diberi nama G4S Woodcraft ini mendapatkan pesanan dari berbagai daerah dan bahkan luar negeri seperti Malaysia dan Jamaika. Meskipun begitu, tidak semuanya menghasilkan keuntungan karena berbagai sebab, bisnis mereka juga sempat mengalami penipuan. Pengalaman-pengalaman seperti ini terus dikumpulkan dan dijadikan bahan pembelajaran untuk terus maju ke depan.

Perjuangan mereka pun terbayar lunas, sekarang dengan omset yang mencapai Rp. 50jutaan, semakin membangkitkan semangat bagi pasangan suami istri Hery Budianto dan Retno Hastuti ini mengembangkan bisnis kerajinan kayu ke masa depan.

Inspiratif bukan? Bagaimana menurut Anda?

TINGGALKAN KOMENTAR