Souvenir Berornamen Aceh Diberikan Kepada Peserta KTT OKI

0
473
souvenir berornamen Aceh

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang digelar di Jakarta, Ahad (6/3). Adalah konferensi mengagendakan pembahasan masalah Palestina tersebut dihadiri oleh puluhan negara anggota OKI.

Indonesia sebagai negara penyelenggara memberikan jamuan makan malam dengan hidangan makanan khas dan kaya bumbu Indonesia. Pada menu utama makan malam, kepala negara dan pemerintahan menyantap nasi putih, udang dengan bumbu ragam rempah dan daun jeruk, cumi panggang dengan madu, tumis sayur daun dewa dengan bawang putih dan acar sayur.

Jamuan makan malam KTT OKI

Jamuan makan malam tersebut dihadiri oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Sudan Omar Hassan Ahmed Al-Bashir, Perdana Menteri Libya Fayez al-Sarraj, Chairman of State Council Oman Yahya bin Mahfgouz Al-Mundari, Wakil Presiden Gambia Isatou Njie-Saidy, Pangeran Yordania Pangeran Hussein bin Talal, Speaker of the Algerian People’s National Assembly Mohamed Larbi Quid Khalifa, dan Sekjen OKI Iyad Ameen Madani.

Tak ketinggalan, dengan kekayaan budaya Indonesia, souvenir berornamen Aceh diberikan kepada peserta KTT OKI tersebut. Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menyebut, ada tiga cinderamata yang disiapkan pemerintah Indonesia untuk para tamu. Pertama yaitu blocknote atau buku catatan bermotif kain tenun Palembang. Kemudian, ada sapu tangan motif sulam Bajaik Padang. Ari menyebut, kedua cinderamata itu merupakan karya desainer asal Padang, Heni Adly. Selain itu, ada juga cinderamata berupa kartu nama motif batik “Motifnya Batik Kawung karya Kriya Nusantara,” tuturnya lagi.

Souvenir Berornamen Aceh
Souvenir Berornamen Aceh

Hal ini tentu akan membantu untuk mengenalkan betapa kayanya Negara Indonesia akan kebudayaan dan kerajinan dari Sabang ke Merauke. Pemilihan souvenir berornamen Aceh diyakini adalah karena yang diselenggarakan adalah KTT dari berbagai negara negara muslim, dimana Aceh sendiri dikenal sebagai daerah istimewa yang memiliki julukan Serambi Mekah. Terlepas dari alasan tersebut, kita bisa berharap agar dengan dikenalnya hasil kerajinan Indonesia di negara negara tersebut dapat membantu sebagai media promosi yang nantinya akan dapat memajukan industri kerajinan di Indonesia ini.

TINGGALKAN KOMENTAR