Mengagumkan, Lampion Indah Kerajinan Limbah Tebu

1
1961
Kerajinan Limbah Tebu

Kerajinan limbah tebu dengan sulap menjadi Lampion yang Indah. Jika pada umumnya lampion terbuat dari alumunium dan kertas berwarna warni, seperti lampion nusantara karya dari pak Sujono Djonet di Malang. Masih di Jawa Timur, tepatnya di wilayah Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan, ada kerajinan lampion yang di buat dari ampas tebu.

Selama ini apa yang dipikirkan banyak orang tentang ampas atau limbah tebu? Paling paling hanya dibuang, dibakar, atau dijadikan penyulut api untuk kayu bakar. Namun bagi seorang pengrajin bernama Aris Jayadi, yang merupakan mantan buruh pabrik ini, limbah tebu tak berakhir jadi sampah terbuang percuma.

Di tangan kreatif pria ini, limbah tebu disulap menjadi berbagai kerajinan dari limbah tebu yang bernilai tinggi, seperti lampion, tempat pulpen, asbak, handphone, hingga tempat tisu. Bahkan dari limbah tebu bisa juga dibuat plafon rumah.

Sungguh mengagumkan, hasil kerajinan dari limbah tebu karya Aris memang terlihat cantik dan unik, serta bernilai ekonomi tinggi. “Untuk lampion saya jual Rp 70-100 ribu per unit, alat-alat tulis kisaran Rp 30-50 ribu, plafon Rp 100 ribu per meter,” kata Aris.

Aris tak segan membeberkan proses kreatif pembuatan kerajinan limbah tebu tersebut. Pertama limbah tebu yang sudah digiling dijemur hingga bau tak sedap dan jamurnya hilang. Setelah kering, digunting ukuran kecil hingga menyerupai serbuk. Kemudian ditempelkan dengan lem model perkakas yang diinginkan. Setelah itu kerajinan pun mulai di keringkan kembali selama kurang lebih 7-8 jam.

“Bisa ditempelkan ke asbak, tempat tisu dan lain-lain. Mudah kok,” ujarnya sembari tersenyum. Aris menuturkan, ide kreatif itu muncul karena sering melihat tumpukan limbah tebu di depan kios penjual es tebu yang banyak terdapat di tepi jalan. Akhirnya terbersit olehnya pemikiran tentang bagaimana cara memanfaatkan limbah tebu.

“Setiap pulang dari pabrik saya coba-coba. Akhirnya seperti sekarang,” imbuh Aris. Kini, kerajinan limbah tebu karya pria dari pasuruan ini sudah dikenal luas. Pesanan demi pesanan pun datang kepadanya, apalagi jika musim lebaran datang, omset yang dia dapatkan bisa melonjak hingga 50%. Karyawan pabrik yang dulu sering kebingungan biaya kuliah ini akhirnya bisa menikmati buah kreatifitasnya.

Baca juga:

[xyz-ihs snippet=”Kerajinan-Indonesia”]

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR