Kain Cual, Keindahan Babel yang Tak Lekang oleh Waktu

1
421

Bangka Belitung – Kain cual, kain tradisional dari Bangka Belitung yang sempat dianggap sebagai tradisi kuno selepas masa kemerdekaan, kini kembali dilirik dan naik pamor. Dengan usia yang seabad lebih. Pada awalnya di jaman dahulu dipergunakan sebagai pakaian kebesaran di kalangan bangsawan, pakaian pengantin, pakaian yang dipakai pada hari kebesaran dan acara adat lainnya.

Sekilas Kain Cual Bangka mirip Songket Palembang karena memiliki keterikatan nilai-nilai historis dengan Songket Palembang. Namun ada perbedaan dari segi motif dan pembuatannya. Bewarna cerah dan menyala khas kain tradisional melayu. Meski mirip dengan songket Palembang, kain Cual terlihat lebih luwes, halus dan memiliki banyak lengkungan serta selalu dihiasi motif flora dan fauna. Warna celupan benangnya bahkan tidak akan berubah. Motif gambar bunga mawar, teratai, nanas, burung, ikan, kupu-kupu itu akan timbul dari kejauhan bila dipandang.

Proses tenun dan pembuatannya sangat rumit. Bahan-bahannya pun terbilang mahal, sebab ada corak benang emas seberat 18 karat yang diikatkan di kainnya. Bagi yang terampil perlu sekitar satu minggu untuk menyelesaikan satu produk kain. Lain bagi pemula yang perlu satu bulan, untuk hasil tenun kain seukuran dua meter.

Bahkan untuk kualitas satu (sehelai benang pakan) berbahan baku sutra tanpa campuran dibutuhkan waktu pengerjaan satu hingga empat bulan. Selain sutra, perajin juga mempergunakan bahan dasar polyster, sutra campur katun, serta kayu dan benang emas.

Seiring perkembangan teknologi, selain ditenun, ia juga dicetak. Hal ini untuk mengantisipasi permintaan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Maklum trend kain Cual, tidak saja bersenandung di lokal, namun sudah mendunia pula. Kini beberapa motifnya bahkan ada telah dimodifikasi dibajak oleh beberapa industri kain dan garmen. Motif-motif itu kemudian diproduksi massal melalui teknologi printing, bukan ditenun seperti aslinya.

Soal harga kain tenun cual sangat bervariatif tergantung kualitas dari kain tersebut dan jumlah benang yang digunakan. Untuk kualitas nomor satu biasanya menggunakan satu helai benang sehingga pengerjaannya lebih lama namun kualitas yang dihasilkan sangat memuaskan yaitu kain lebih halus.

Untuk kualitas kain tenun nomor satu harga yang ditawarkan mulai dari Rp.7 juta hingga Rp.18 juta sedangkan kualitas nomor dua sekitar Rp.2,5 juta hingga Rp.5 juta ke atas, untuk kelas nomor tiga harga berkisar Rp.1,2 juta sampai Rp.1,8 juta.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR