Kerajinan Kap Lampu dari Rotan dan Akar Kopi Asal Malang

0
1272
Kerajinan Kap Lampu

Di wilayah Malang barat, tepatnya di sebuah desa bernama Bendosari, kecamatan Pujon, terdapat suatu jenis kerajinan kap lampu dari rotan dan akar kopi yang merupakan sebuah fusi unik dari dua bahan dasar yang biasa di gunakan secara terpisah dalam pembuatan suatu jenis kerajinan.

Adalah seorang pengrajin bernama Kusnadi yang berdomisili di desa tersebut dan mengembangkan sebuah kerajinan kap lampu dan kursi rotan. Hasil dari kerajinan tersebut akhirnya mampu memberdayakan warga khususnya ibu ibu setempat untuk dijadikan keterampilan yang bisa menghasilkan penghasilan tambahan sebagai sampingan sembari memnunggu datangnya musim panen.

Sebelumnya ia merantau ke pulau Bali dan sempat pila berpindah pindah kerja. Hingga kemudian dia menjadi karyawan pabrik furnitur milik warga asing yang ada di bali, Berkat keuletan dan ketrampilan semasa di bali, pada medio 2010 ia berhasil membuat sendiri kerajinan kap lampu rotan dan pada perkembangannya banyak sekali menerima pesanan. Dia juga banyak memasok buatannya ke galeri seni furniture yang ada di Jawa maupun luar Jawa, salah satu pemesan terbesar datang dari pulau Bali.

Usaha yang digelutinya lambat laun mulai berkembang dan di cari banyak pembeli, pada saat ini ia juga berkreasi dengan bahan-bahan yang tersedia di dusunnya,salah satu yang menarik perhatiannya adalah akar kopi. Awal mula ketertarikan Kusnadi pada akar kopi ini bermula saat ia melihat-lihat kayu akar kopi berserakan di ladang dan oleh warga hanya dimanfaatkan untuk kayu bakar. Terbersit olehnya, pemanfaatan akar kopi tersebut dengan diperhalus dan diolah lebih lanjut, pasti akan terlihat lebih indah ketika di padukan dengan kerajinan kap lampu yang dia produksi selama ini sebagai alas kap untuk menambah variasi kerajinan.

Dengan ketrampilan yang di milikinya,Kusnadi menyarankan kepada pencari kayu sisa tebangan kopi untuk di kumpulkan di rumahnya,yaitu dengan cara membeli per akar batang kopi seharga 15 ribu hingga 20 ribu apabila bentuknya unik,alhasil dengan keuletannya juga pengalaman semasa kerja di bali di bidang furniture,akar tersebut berubah jadi alas kaki yang cantik juga anggun.Untuk kap lampunya sendiri ia buat dari kawat besi dengan lilitan rotan,dan di hiasi kulit kayu serta di percantik dengan potongan kain.

Per satu hasil karya atau kerajinan kap lampu dari rotan dan akar kopi dijual seharga mulai Rp 100 ribu sampai Rp 15 juta. Tergantung dari model dan pesanan dari pembeli kap lampu.

TINGGALKAN KOMENTAR